Selasa, 16 Februari 2016

Perkembangan Jaringan Seluler Dari Masa Ke Masa


Perkembangan Jaringan Seluler Dari Masa Ke Masa





saat ini adalah 4G.Hampir Semua Perangkat Smartphone Saat Ini Memakai Jaringan Seluler 4G.Namun Dibalik Kecepatan 4G Terdapat Generasi Sebelumnya . yaitu Teknologi komunikasi Seluler 1G lalu berkembang ke 2G,3G Dan sampai 4G.
1G Generasi pertama atau 1G tersebut diperkenalkan mulai 1970-an.Namun,pada saat ini belum ada koneksi internet. Teknologi 1G bekerja memanfaatkan transmisi sinyal analog.Teknologi Ini hanya dapat digunakan untuk panggilan telepon saja.Ponsel 1G pun terbilang sangat besar.Sangat berbeda jauh dibandingkan dengan smartphone masa kini. pada tahun 1990, pengguna teknologi 1G di seluruh dunia hampir mencapai angka 20 juta jiwa. 2G
2GTeknologi 1G terus digunakan hingga digantikan dengan teknologi 2G. Perbedaan utama antara kedua teknologi tersebut adalah pada sinyal radio yang digunakan. 1G menggunakan sinyal analog, sedangkan 2G menggunakan sinyal digital.Teknologi ini diperkenalkan dalam kurun 1990-an.
Pemutakhiranpada jaringan ini kemudian memunculkan istilah 2.5G dan 2.75G.Istilah 2.5G mengacu pada teknologi komunikasi 2G yang sudah dikombinasikan dengan General Packet Radio Service (GPRS). Secara teori, kecepatan transfer data menggunakan teknologi ini bisa mencapai 50 kbps.Selanjutnya, istilah 2.75G adalah teknologi komunikasi 2G yang dikombinasikan dengan standar Enchanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE). Secara teori, kecepatan transfer datanya melebihi 2.5G, yaitu maksimal pada 1 Mbps. 3G Teknologi Generasi Ke 3 ini muncul pada tahun 1998.Dimana teknologi ini sudah bisa transfer audio,garfis,video.Dengan Kata lain Teknologi ini sudah bisa digunakan untuk streming video dan video call. Pelan-pelan, teknologi komunikasi 3G pun berkembang ke masa transisi menuju generasi keempat atau 4G. Teknologi pada masa transisi tersebut dikenal sebagai 3.5G dan 3.75G.Teknologi 3.5G disebut juga sebagai High Speed Packet Access (HSPA). Pada tahap ini, kecepatan transfer data meningkat dengan batas maksimum unduh 14 Mbps, dan kecepatan unggah 5,76 Mbps.Teknologi tersebut kemudian dikembangkan lagi menjadi 3.75G atauHSPA+. Secara teori, jaringan telekomunikasi yang menerapkan teknologi ini bisa memperoleh kecepatan unduh hingga 168 Mbps dan unggah hingga 22 Mbps.Batas tersebut merupakan perhitungan teoritis, sedangkan pengguna dalam keadaan nyata akan merasakan kecepatan transfer data yang lebih rendah tergantung situasi. 4G Teknologi Generasi Ke 3 Selanjutnya dikembangkan ke Generasi ke 4 yakni 4G.Ada dua sebutan untuk teknologi ini yaitu Long Term Evolution (LTE) serta Long Term Evolution-Advance (LTE-A).Teknologi LTE, secara teori menawarkan kecepatan unduh (download) hingga 100 Mbps dan kecepatan unggah (upload) hingga 50 Mbps. Kecepatan tersebut bisa lebih cepat lagi, tergantung rilis teknologi yang digunakan oleh operator. Meskipun begitu, LTE sebenarnya masih diberi label teknologi pra-4G.Pelabelan tersebut dikarenakan kecepatan teoritis yang ditawarkan LTE belum mencapai standar 4G dari International Telecommunications Union-Radio communication sector (ITU-R). Organisasi internasional tersebut mengeluarkan International Mobile Telecommunication-Advanced (IMT-A) yang berisi syarat sebuah teknologi komunikasi 4G.Syarat tersebut menyatakan bahwa sebuah teknologi 4G harus memiliki kecepatan unduh maksimal 1 Gbps dan unggah maksimal 500 Mbps.Sedangkan LTE yang seringkali disebut sebagai 4G oleh operator seluler, belum mencapai syarat tersebut. Berdasarkan hal tesebut, maka teknologi LTE-A lah yang didorong untuk muncul sebagai teknologi True 4G.4G di IndonesiaIndonesia sendiri saat ini sudah mulai bisa merasakan keberadaan teknologi 4G LTE, meskipun belum menyeluruh dan belum mudah dijangkau. Masalahnya, baru tahap pertama saja yang digelar di frekuensi 900 MHz.Jaringan 4G LTE yang digelar oleh operator-operator telekomunikasi Indonesia, XL Axiata, Indosat, serta Telkomsel pun jangkauannya masih terbatas di beberapa wilayah. Kendala lainnya adalah belum banyak perangkat yang bisa digunakan untuk mengakses 4G LTE di frekuensi 900 MHz.Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia (Kemenkominfo) sekarang sedang bersiap mengumumkan 4G LTE tahap dua yang diterapkan di frekuensi 1.800MHz. Rencananya, pengumuman kebijakan untuk teknologi itu akan dilakukan pada pertengahan Februari 2015 ini."Kebijakannya bahwa ini (4G) akan diimplementasikan segera akan kami keluarkan bulan Februari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar